RSS
 

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pengelolaan Organisasi

21 Nov

Disampaikan pada Workshop Peningkatan Kapasitas Pengurus/Anggota Dharma Wanita Persatuan Daerah (Propinsi, Kab./Kota), Mei 2005

I. Pendahuluan

Media dan Teknologi Informasi merupakan hal yang mutlak diperlukan masyarakat modern, terutama di era informasi saat ini, dimana seolah-olah tidak ada lagi batas ruang dan waktu karena segala informasi dapat diakses dimanapun kita berada.

Melatarbelakangi penulisan makalah ini adalah adanya deklarasi Beijing tahun 1995 dan yang ditandatangani 165 negara termasuk Indonesia yaitu menjamin akses yang sama bagi kaum perempuan pada sumberdaya ekonomi, termasuk tanah, kredit, ilmu pengetahuan dan teknologi, pelatihan kejuruan, informasi, komunikasi dan pasar sebagai suatu cara memberdayakan perempuan. Selain itu juga konferensi di Budapest bulan Juni Tahun 1999 menyebutkan perempuan sebagai insan dari planet bumi juga harus memainkan perannya dalam petualangan ilmu pengetahuan.

Organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai organisasi bagi istri-istri PNS merupakan organisasi yang mandiri. Dalam upaya membangun kemandirian menuju organisasi yang modern dan professional perlu memperhatikan perubahan social, ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di lingkungan organisasi. Dengan kemandirian yang dimiliki akan terwujud sebuah organisasi yang tanggap terhadap perubahan dan perkembangan zaman.

Pemanfaatan dan penguasaan teknologi informasi oleh pengurus dan anggota DWP diharapkan akan mampu menjawab berbagai permasalahan dan tantangan ke depan baik bagi individu pengurus/anggota dalam mengelola keluarga maupun dalam mengelola organisasi. Hal ini mengingat dinamika dan perkembangan kebijakan otonomi daerah, mau tidak mau berdampak nyata terhadap gaya dan budaya komunikasi antar DWP baik dengan antara DWP Provinsi dengan DWP Kabupaten/Kota maupun dengan DWP Pusat.

II. Sekilas tentang Teknologi Informasi

Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah Teknologi Informasi). Mulai dari gambar-gambar yang tak bermakna di dinding-dinding gua, peletakkan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti sampai diperkenalkannya dunia arus informasi yang kemudian dikenal dengan nama INTERNET.

2.1 Internet

Interconnected Network atau yang lebih popular dengan sebutan internet adalah sebuah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Internet memungkinkan kita untuk menghilangkan hambatan Jarak dan Waktu dalam mendapatkan Informasi.

Saat ini, internet sudah bukan merupakan hak milik kaum intelektualmaupun mereka yang bergerak di bidang teknologi informasi namun sudah merupakan milik semua golongan baik anak-anak sampai dengan orang dewasa, dari ibu rumah tangga hingga eksekutif muda. Seorang calon ibu dapat dengan mudah mencari informasi tentang bagaimana merawat bayinya. Seorang siswa yang kesulitan dalam memahami pelajaran seperti matematika, fisika dan kimia dapat mempelajarinya secara online dengan metode yang lebih menarik dibandingkan dengan di sekolah. Hal ini sangat dimungkinkan meningat internet sebagai media informasi mampu menyajikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Melalui internet kita dapat memperoleh segala bentuk informasi dan komunikasi, mulai dari informasi pendidikan, kesehatan, ekonomi, berita, bahan riset, gaya hidup, hiburan sampai konsultasi dan belanja.

2.2 . Memulai Internet

Sebelum kita menjelajah internet, kita harus mempunyai hubungan terlebih dahulu dengan internet. Beberapa persyaratan yang harus dimiliki untuk memulai internet adalah :

a. Komputer PC yang digunakan

b. Modem (internal atau eksternal)

c. Perangkat lunak (biasanya sudah tersedia di program yang ada di komputer)

d. Koneksi ke ISP (internet Service Provider) atau melalui telkomnet instan (dial up melalui telpon rumah).

ISP adalah penyelenggara jasa internet yang merupakan pintu gerbang menuju internet. Setelah komputer dan modem serta telpon terhubung, langkah selanjutnya melakukan koneksi ke ISP yang akan menghubungkan kita ke internet. Contoh IP : RADnet, Wasantara Net, Centrinnet, Indosatnet, Elganet dll

2.3. Fasilitas di Internet

Berbagai fasilitas dan layanan yang dapat diakses melalui internet. www (web server) adalah layanan yang paling sering digunakan dan memiliki perkembangan yang sangat cepat karena dengan layanan ini kita bisa menerima informasi dalam berbagai format (multimedia). Untuk mengakses layanan www dari sebuah komputer digunakan web browser. Web browser yang sering digunakan adalah Nestcape Navigator, Internet Explorer, Arena dll.

Browsing/Surfing.

Browsing atau bisa juga disebut surfing merupakan istilah dari menjelajahi situs-situs internet. Kita bisa menjelajahi situs-situs internet dengan mengetikkan alamat web site yang akan kita kunjungi pada kota Adress atau dengan mengklik link yang akan menghubungkan kita dengan suatu web site atau web page. Agar penjelajahan efektif, kita harus memperhitungkan rencana web yang akan kita kunjungi atau batasi infomrasi yang ingin diakses, karena bila tidak kita akan tersesat ke dalam rimba informasi yang maha luas. Langkah-langkah browsing :

• Klik double pada icon Internet Explorer

• Pastikan nama situs yang akan di browsing, mis situs DWP pusat

• Ketikkan nama situs tersebut (http://www.dwp.or.id) pada kolom address.

• Tekan ’enter’ atau klik tombol

• Tunggu beberapa saat hingga tampilan keseluruhan sesesai dan tertulis ’done’ di status bar. Tampilannya akan seperti dibawah ini

• Jika ingin membuka halaman baru dengan page/halaman yang sama, dapat dilakukan dengan cara : klik File pada menu, klik New, dan klik Window atau dengan menekan tombol Ctrl+N

• Untuk menyimpan data di situs yang sedang terbuka bila disimpan ke harddisk dengan mengklik kanan : klik save target as kemudian pilih folder untuk penyimpanan.

• Jika sudah selesai, Internet Explorer ditutup dengan cara mengklik ’Close’ pada menu files

Search Engine

III.Peran Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Perempuan

Bidang teknologi, khususnya Teknologi Komunikasi dan Informasi (Information and Communication Technology –ICT), masih sangat dekat dengan identitas laki-laki sedangkan perempuan seringkali hanya sebagai obyek, maka dipandang perlu untuk membuat perempuan melek Teknologi dan Informasi demi meningkatkan potensi bangsa. Kuantitas jumlah perempuan hampir separuh dari penduduk Indonesia yang merupakan potensi jika diberdayakan dengan baik. Misalnya mendekatkan ICT dengan perempuan agar potensi yang besar itu tidak hanya sebagai obyek. Arus informasi yang sangat pesat dari berbagai sumber, membutuhkan peningkatan kemampuan dan pemberdayaan perempuan untuk menyeleksi informasi tersebut agar tidak ketinggalan dan tidak menjadi obyek.

Pada kenyataannya, isu gender dan ICTmerupakan satu dari isu penting dan besar yang dihadapi perempuan secara global setelah kemiskinan dan kekerasan terhadap perempuan, bahkan dalam Deklarasi Beijing 1995 dan program aksinya telah mencantumkan isu gender dan ICT tersebut, yang melahirkan suatu keinginan batu untuk memberdayakan perempuan melalui peningkatan ketrampilan, pengetahuan serta akses terhadap penggunaan teknologi informasi.

Sebagai gambaran, jumlah pengguna internet perempuan jauh lebih kecil dibanding dengan laki-laki yaitu hanya 26.4 % dari seluruh pengguna internet. Survey yang dilakukan oleh The International Telecomunication Union (ITU) tahun 2002, menemukan bahwa 99% perempuan yang disurvey di 6 wilayah yang berbeda merasa bahwa ICT sangat penting dalam mencapai upaya pemberdayaan pribadi, kewirausahaan dan tujuan professional. Data dari Digital Review for Asia Pacific menyatakan bahwa pertumbuhan ICT di Indonesia cukup mengagumkan dari 10.000 penduduk terdapat 1 orang memilik host internet dan hanya 1-5 % yang dapat mengakses ICT serta 7.1 juta penduduk Indonesia dapat mengakses telepon dan telepon seluler.

ICT tidak hanya untuk ICT itu sendiri saja, tetapi ICT dapat juga untuk menyukseskan pemerintahan melalui e-government. Pengembangan ICT juga memerlukan adanya riset, peranan sosial dan pemberdayaan perempuan dalam mengadopsi ICT.

Pada Laporan Gender Focal Point Network APEC dan Women Leader Network di Chile merekomendasikan bahwa pendidikan dan ICT capacity building mengingat perkembangan dunia yang semakin kompleks, menuntut perempuan untuk dapat mengakses keterampilan, pendidikan, teknologi dan inovasi untuk meyakinkan bahwa perempuan juga merupakan patner dalam negaranya dengan :

• Menciptakan kondisi untuk mengurangi kesenjangan dalam kemampuan teknologi digital, maka perlu difasilitasi akses perempuan terhadap sumberdaya ekonomi dan penguasaan teknologi digital;

• Secara aktif mendukung proyek APEC “Initiative for APEC Women’s Participation in the digital economy”;

• Meningkatkan pengetahuan berwirausaha pada perempuan di semua level

 

Leave a Reply

 

 
  1. ipankint

    September 25, 2014 at 11:14 am

    Peran teknologi memang sangat luas.
    Hampir semua segi kehidupan sudah terpengaruh dan memanfaatkan teknologi.